PERMAINAN ABADI DIKENANG SEPANJANG MASA   

sdmuh26sby.sch.id – Surabaya, Kamis (21/7) kegiatan layanan orientasi siswa SD Muhammadiyah 26 Surabaya secara resmi ditutup. Dalam penutupan ini, para peserta didik diberi kesempatan untuk menampilkan bakatnya. Beberapa penampilan yang cukup menarik perhatian yakni penampilan dance, menyanyi, membaca surat-surat pendek dan fashion yang ditampilkan oleh perwakilan dari kelompok Ar-Rahman, Ar-Rahim, dan Al-Malik. Selain itu, juga ada penampilan fashion show kolaborasi dari kelompok MPLS Al – Malik dan Ar – Rahim. Adanya pertunjukan dari peserta didik baru ini merupakan gebrakan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, tentu saja tujuan dari adanya pertunjukan ini yakni hendak menggali potensi kepercayaan diri peserta didik untuk tampil di depan umum. Tampilan ini tentunya membuat Ustadzah Yunita selaku kepala sekolah memberikan apresiasi serta tepuk tangan yang sangat meriah sebagi tanda salut dan bangga atas keberanian peserta didik baru yang telah berani tampil di acara M26 Stars. “Acara ini sangat menarik sekali, dengan acara yang dikemas sedemikian rupa, akhirnya acara ini berhasil memabntu para peserta didik baru untuk berani menunjukkan bakatnya masing-masing dan tampil Pede di depan umum” Ujar Ustadzah Yunita..

M26 Stars

Selain menggelar acara M26 Stars di kala penutupan, kegiatan MPLS ini diselenggarakan dengan beberapa kegiatan fun learning yang salah satunya menggunakan permainan tradisional “Tapak Gunung” yang biasa disebut dengan permainan “Engklek” di daerah jawa, permainan Engklek merupakan permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang datar yang digambar di atas tanah dengan gambar kotak-kotak dengan pola tertentu. Beberapa anak yang memainkannya akan menggambarnya menggunakan kapur pada bidang selain tanah. Sedangkan pada bidang berupa tanah, biasanya garis-garis dibuat menggunakan lempengan tipis dari pecahan keramik, genteng, atau bahkan ranting pohon yang sudah kering.

M26 Tradisional Fun Learning

Permainan tradisional ini bisa dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan baik secara individu atau berkelompok. Jika bidang permainan sudah dibuat, para pemain akan melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Sementara untuk kotak-kotak yang letaknya bersebelahan seperti “sayap” pemain tidak perlu melompat dengan satu kaki, melainkan meletakkan kakinya pada kotak tersebut secara bersamaan. Lompatan dilakukan secara berurutan mulai dari kotak yang paling dekat dengan pemain sampai kotak terakhir.Sebelum melompat, pemain yang bergiliran melompat harus melempar batu atau disebut sebagai gaco dalam kotak-kotak sesuai urutannya. Jika gaco yang dilempar mengenai garis atau bahkan berada di luarnya, maka pemain akan digantikan oleh pemain selanjutnya.

Pemain selanjutnya melakukan lompatan dengan satu kaki pada kotak-kotak tersebut dan tidak boleh menginjak kotak dimana gaco berada. Permainan tradisional ini ternyata dapat menjadi wadah dalam menyalurkan energi anak melalui gerakan-gerakan fisik, sehingga melalui permainan ini anak-anak dapat mengoptimalkan fungsi dari otot-otot kaki, tangan dan punggung. Dan para peserta kelompok ini sesuai dengan kelompoknya memainkan sesuai giliran dan mengambil satu kertas yang berisi tulisan dari ustadzah pendamping kelompok lalu peserta didik tersebut mengeja tulisan yang sudah didapatkan secara bergantian. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.