Ciptakan Batik Unik dengan Teknik EcoPrint

sdmuh26.sch.id – Pekan perayaan UKK (Unjuk Kerja dan Karya) Kelas 6 Tapel 2021/2022 berlangsung selama sepekan minggu kedua di bulan Ramadhan 1443H, Senin (11/04/2022).

Kegiatan Perayaan Unjuk Kerja dan Karya kali ini dihadiri oleh kelompok 1 sampai kelompok 5, wali siswa serta mentor dan penguji siswa-siswi peserta UKK, dengan masing-masing kelompok mempresentasikan dengan durasi kurang lebih 7 menit secara bergantian dengan tambahan sesi tanya jawab antara peserta UKK dan penguji. 

Pada perayaan UKK kali ini terdapat  karya yang menarik pernatian dengan keunikannya sebagai bentuk pelestarian keberagaman Indonesia, yakni kain batik yang dibuat tidak dengan malam dan canting tetapi menggunakan bahan alam seperti daun singkong, daun pepaya dan daun mangga. Lebih menariknya lagi pembuatan ini tidak memakan waktu lama hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu.

Kelompok 3 mengutarakan bahwa, “Kami mendapatkan inspirasi dari Bunda Yafi yang merupakan salah satu pengusaha batik di Surabaya, kami diajarkan oleh beliau step by step secara bekerja sama dan mencoba berulang kali mencoba proses pembuatan sampai mendapatkan hasil cetakan yang sempurna”.

 “Pembuatan karya batik ini menggunakan Teknik EcoPrint adalah teknik menciptakan produk yang memiliki unsur hayati, dengan menggunakan bahan alam yang sangat mudah didapatkan seperti daun yang memang sudah ada di sekitar, dimulai dari menempelkan daun-daun pada kain yang akan dibuat untuk batik EcoPrint, lalu kain ditutup dengan plastik, digulung dengan bantuan tongkat dan dimasukkan ke dandang dan dikukus dan kain batik dikeringkan semalaman hingga benar-benar kering lalu kain batikpun sudah jadi, kami menghasilkan beberapa karya seperti tas, taplak meja, kerudung dan masker” ujar mereka.

Salah satu wali siswa dari kelompok tersebut menyampaikan pesan kesannya pada perayaan UKK, “Untuk siswa-siswi ke depannya jangan pernah takut untuk belajar ketika sebelum mencoba hal baru dan lebih percaya diri dan selalu mencari referensi dalam kegiatan mentoring agar ketika persentasi tidak ada kata gerogi ketika banyak persiapan dan latihan persentasi ketika mentoring” Ucap bunda Ghea.

Ustadzah Izzah sebagai mentor dari kelompok 3 juga menyampaikan pesan dan kesannya, “Alhamdulillah siswa-siswi kelas 6 ini sangat mudah untuk diarahkan dan sangat mudah menangkap apa yang para mentor berikan selama mentoring, tidak hanya disitu saya juga bangga pada siswa-siswi kelas 6 ini karena patut diacungkan jempol pada kegigihan dan kerjasama yang sangat solid demi menghasilkan karya-karya yang terbaik, semoga ke depannya siswa-siswi kelas 6 bisa lebih inovatif lagi dan tidak pernah takut untuk mencoba sesuatu hal yang baru” ujar Ustadzah Izzah.  

Semoga perayaan Unjuk Kerja Karya ini memberikan kesan tersendiri yang sangat berarti bagi siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah 26 Surabaya dijadikan bekal pengalaman di kemudian hari. (Int)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.